Kereta Api pun Jadi Taman Bacaan
Selalu ada kisah menarik setiap naik kereta api. Ada sesuatu yang berbeda pada kereta api yang menimbulkan excitement tersendiri. Ga cuma aku yang merasakan kan?! (yah at least anak2 kecil mengiyakan statement ku..hehe)

Alkisah liburan tahun baru ini aku sekeluarga liburan ke Malang, tempat keluarga kakak iparku. Orang tua dan kakak iparku berangkat lebih dulu naik mobil, sedangkan aku bersama kakakku dan kedua anaknya naik kereta api. Mobil yang hanya muat untuk 5 orang akan menjadi kurang nyaman jika ditumpangi 4 orang dewasa plus 2 anak kecil laki-laki super aktif untuk perjalanan jauh, jadi kami memutuskan anak2 naik kereta api saja bersama Ummi dan Amah (tante,red.) nya. Sang kakak, Mas Hakim berusia 3,5 tahun, sudah ikutan PAUD. Perkembangan bahasanya sedang berkembang pesat (baca : ngoceh melulu). Sedangkan adiknya, Hilmi berusia 2 tahun, sudah bisa bicara 1-2 patah kata, sedang senang membeo kakaknya dan “berdebat” dengan kakaknya.
Sejak awal perjalanan Mas Hakim mengoceh lucu dan bernyanyi. Ia sangat senang dengan segala hal berbau kereta api. Adiknya pun sesekali membeo membuat penumpang lainnya terhibur atas tingkah pola mereka .
***
Di tengah perjalanan, Hilmi memintaku untuk membacakan buku. Sengaja Ummi nya membawakan buku berjudul “Keunikan Tingkah Laku Hewan”, anak2 sedang senang sekali dibacakan berbagai buku. Buku tersebut edukatif sekali, bahkan ada beberapa informasi yang terkadang orang dewasa baru tahu. Lumayanlah jadi ikut belajar kalo bacain buku itu buat anak2..hehe.
Kududukkan Hilmi di pangkuanku sambil kubacakan buku tersebut dengan ekspresi2 intonasi yang melengkapinya. Sesekali aku uji pengetahuan lain Hilmi yang masih berkaitan dengan topik yang kubacakan, selain itu kuajarkan pelafalan yang benar dari kata2 tertentu (OOT, FYI tahap pertama dari perkembangan kemampuan membaca adalah pengucapan dengan benar, jadi ceritanya aku sedang mestimulasi proses perkembangan tsb.hehe).
Tak lama, ada seorang anak laki-laki mendatangi kursi kami sambil mengintip buku yang sedang kubacakan. Ohoho..ternyata suaraku yang (terlalu) keras terdengar hingga ujung gerbong dan membuat anak itu tertarik. Kusapa ia untuk merespon antusiasmenya.. 
listi : eh, ada mas yang mau ikutan..nama nya siapa?
anak : Zaki..
listi : kelas berapa ?
anak : kelas 1..
listi : udah pinter dong bacanya ya? coba, mas Zaki aja yang bacain sini..
Zaki pun membaca buku itu dengan sedikit terbata-bata. Mas Hakim yang awalnya asyik main sendiri jadi tertarik gabung juga mengelilingi buku itu. Setiap selesai 1 paragraf, kuulangi beberapa pernyataan di buku itu dan menjelaskan maksudnya
. FYI lagi, banyak anak yang mampu membaca sejak dini, sayangnya tak banyak yang sejak awal memahami isi bacaannya. Hal ini sangat berpengaruh pada kemampuan belajar ke depannya lhoo. Oleh sebab itu anak yang baru belajar membaca perlu pendampingan khusus dalam memahami beberapa bacaan.
Tak lama, datang lagi seorang anak laki-laki yang lebih besar ingin bergabung. Namanya Arif, kelas 3 SD. Walhasil..TARA!! jadilah kereta api itu taman bacaan 
. Aku dikelilingi 4 anak yang antusias terhadap buku \m/. Kuminta juga Arif membacakan buku tersebut. Dibacakannya dengan cepat dan logat medok-nya. Kuapresiasi dan kuulang beberapa pernyataan untuk memperjelas maksudnya. Kuajukan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan isi bacaan untuk memastikan anak2 bukan “sekadar” membaca, melainkan ada proses berpikir dalam memahami bacaan tersebut.
Curhat dikit. Hal yang sedikit kusayangkan dari kebiasaan membaca (sebagian) anak Indonesia..mereka tidak terbiasa (atau dibiasakan) untuk memahami makna dari tiap kata-kalimat-paragraf bacaan mereka. Trend nya sekarang yang penting bisa cepat baca, sedangkan pemahaman terhadap bacaan menjadi hal yang tidak terlalu menjadi perhatian. Selain itu anak menjadi bosan dan minat membaca malah menjadi menurun. Hipotesisku, selain kurang distimulasi mereka juga belum merasakan manfaat dan excitement dari membaca karena bacaan mereka sekadar “lewat” secara visual tanpa diproses
. Heum..Kondisi ini menginspirasiku untuk mendirikan taman bacaan..hehe.
Setelah menghabiskan beberapa halaman, anak2 pun mulai lelah dan kembali ke tempat duduknya masing2. Gadis yang duduk di sebelahku rupanya mengamati kejadian unik tadi. Ia penasaran juga dengan bukunya kemudian meminjamnya..haha.
Menjelang malam anak2 mulai mengantuk..oh bukan begitu ceritanya sodara2! haha. Anak2 malah semakin aktif berlarian bolak-balik gerbong. Dihampirinya kakak2 barunya yang tadi bergabung membaca buku. Merekapun bermain-main..*ga abis2 energinya, padahal yang ngawasinnya udah cape ;-p*. Setelah lelah, barulah anak2 bersiap tidur…melanjutkan sisa 10 jam perjalanan
.
***
Begitulah kisah menarikku di kereta api kali ini..mudah2an cukup menarik untuk pembaca (bukan hanya untukku.haha)
Salam Membaca! Salam Kereta Api !
. Heum..



















