mari memetik pelajaran hidup!

betapa beruntungnya individu yang mau dan mampu memetik pelajaran dari pengalaman hidupnya. dan betapa meruginya individu yang melewatkan begitu saja pengalaman hidupnya tanpa berusaha mencari makna dari apa yang dialami.

kalimat itulah yang sangat kuhayati dari kejadian2 yang kualami akhir2 ini. ya, bahwa ternyata tidak semua orang mempunyai kemauan dan kemampuan untuk memaknakan kejadian hidup yang dialaminya.

pengalaman adalah pelajaran yang paling berharga

yah semua orang tahu hal itu..tapi ternyata tidak semua orang mau dan atau mampu menghayati dan menerapkannya dalam kehidupannya. betapa beruntungnya individu yang mau dan mampu memetik pelajaran dan pengalaman hidupnya.

setiap pengalaman positif maupun negatif mempunyai maknanya masing2. kalau kita mau berpikir, minimal suatu pengalaman membantu mengenal diri kita sendiri. apa yang kita sukai dan tidak sukai, bagaimana kecenderungan tingkah laku kita ketika ketika menghadapi suatu situasi, atau seberapa jauh kita mampu deal dengan situasi yang tidak kita sukai. bonus tambahannya, pengalaman membantu kita mengenal lingkungan sekitar kita. level selanjutnya adalah melihat (dan berlatih) bagaimana interaksi antara diri kita dengan lingkungan, sehingga membantu kita memprediksi dan mengantisipasi kejadian2 berikutnya.

berarti seharusnya semakin lama kita semakin pinter ya? secara tiap hari kita mengalami kejadian2 baru. yaah..tapi itu hanya jika kita mau dan mampu memaknakan pengalaman kita menjadi sebuah pelajaran..

betapa Allah memfasilitasi kita untuk terus belajar lewat skenario2 alam yang dibuat-Nya. apakah kita akan melewatkannya begitu saja dengan mengeluh? menggerutu? bermalas-malasan? jangan sampai..artinya kita benar2 menyia-nyiakan suatu kenikmatan.

buah memang tidak bisa langsung dipetik. perlu ada proses si pohon untuk membuat cadangan makanannya mulai dari bentuk bunga, bakal buah, hingga buah yang siap dipetik. begitupun pelajaran hidup. minimal butuh proses berpikir hingga akhirnya kita mampu menghayati makna yang terkandung di dalamnya. tak jarang harus mengalaminya berkali-kali hingga kita benar2 mengerti. menurutku itulah tanda syukur kita kepada Allah atas kenikmatan yang diberikan-Nya.

semoga kita orang2 beruntung yang mau dan mampu memetik makna dari pengalaman kita. aamiin..

Mari memetik pelajaran hidup!

  1. listigreenmaniac posted this