Alia Sabur : Professor Termuda di Dunia
Alia Sabur lahir di New York City, 22 Februari 1989. Saat berusia 19 tahun kurang 3 hari, ia diangkat menjadi professor di bidang matematika. Hal ini sekaligus membuatnya dinobatkan The Guinness Book of Record sebagai professor termuda di dunia.

Diceritakan bahwa Sabur mulai berbicara dan membaca pada usia 8 bulan. Kemudian pada usia 2 tahun ia mampu memahami buku “Charlotte’s Web”. Ketika ditanya bagaimana ia bisa melakukannya, menurutnya ia tidak memahaminya melalu membacanya, tetapi ia melihat, memperhatikan, dan mencernanya. Saat di taman kanak-kanak, ibunya yang bekerja sebagai seorang reporter TV kabel memutuskan untuk berhenti bekerja agar dapat berfokus pada pendidikan anaknya yang ia lihat istimewa.
Sabur berhasil menyelesaikan pendidikan sekolah dasar pada usia 5 tahun di sekolah umum. Kemudian ia menjalani loncat kelas ke tingkat perguruan tinggi pada usia 10 tahun. Pendidikan di perguruan tinggi pun dijalaninya dengan lancar dan sukses. Ia berhasil mendapat gelar sarjana sains pada bidang matematika terapan dan memperoleh prestasi summa cum laude dari Stony Brook University pada usia 14 tahun. Setelah itu ia melanjutkan pendidikan pada Drexel n University dan memperoleh M.S dan Ph.D pada bidang teknik dan material science pada usia 17 tahun. Setelah mendapat gelar tersebut, Sabur menjadi dosen tidak tetap di Southern University. Berkat kejeniusannya, professor yang mendidik Sabut menjulukinya “child with prodigy” (anak ajaib). Ia juga mengungkapkan bahwa Sabur memiliki pemikiran yang luar biasa, rasa ingin tahu yang sangat besar, kemauan untuk bekerja keras, dan stabilitas emosi yang baik di usia yang relative muda.
Ia mempunyai prinsip “Knowledge is power, especially when sharing it”, hal ini membuatnya sangat menikmati kegiatan mengajar dan berbagi kepada semua orang di sekitarnya.
Seiring perkembangan kariernya, ia dinobatkan sebagai professor di Konkuk University in Seoul, Korea. Hal ini sekaligus membuatnya dinobatkan sebagai professor termuda di dunia. Dikarenakan kejeniusan dan prestasi-prestasinya di usia yang masih sangat muda, Sabur sering menjadi pembicara motivasional dengan tema “Power to Make a Difference, The Right Choice, Rage to Learn”
Sabur tidak hanya berprestasi di bidang akademis, selain itu ia juga berprestasi di bidang musik. Sejak kecil ia mahir bermain clarinet, hal ini membuatnya sering tampil di berbagai penampilan, konser, dan festival baik bermain solo maupun orkestra. Berkat kemahirannya, ia pun berhasil meraih beberapa penghargaan tingkat internasional. Guru musiknya berkata “Sabur dapat memainkan alat musiknya dengan teknik dan kualitas suara yang sempurna, dia benar-benar anak ajaib”.
Ketertarikannya tidak terbatas pada akademis dan musik saja, Sabur juga menyukai kegiatan taekwondo dan berhasil meraih sabut hitam, travelling, origami, dan membaca.
“Well, I know that what I’ve done is special and I think about it, but sometimes I forget, because I’m used to it and I don’t think about it all the time. Actually, sometimes it takes other people to remind me a little bit.”
–Alia Sabur -
Disarikan melalui artikel dari :
Alia Sabur, diunduh dari http://en.wikipedia.org/wiki/Alia_Sabur
Official website of Alia Sabur : http://www.aliasabur.com/
Considine, Bob. 2008. World’s Youngest Professor in the World. Diunduh dari http://members.cox.net/ansonnguyen/p-Youngest%20College%20Professor%20in%20the%20world.html
Winerip , Michael. 2003. Reading at 8 Months? That Was Just the Start . Diunduh dari http://www.nytimes.com/2003/01/22/nyregion/on-education-reading-at-8-months-that-was-just-the-start.html
______________________________________
Subhanallaaah…gifted children. temukan potensimu, kawan!! :D
*iseng copas dari Tugas Akhir Analisis Kasus mata kuliah Gifted,hehe*
-
tukangbetotbass liked this
-
listigreenmaniac posted this